Beranda » E-Proper
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI SD NEGERI 27 TALANG UBI
Septi Kurnia Anggraini, S.Pd.I | BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan | Tahun 2021Abstrak
A. Latar Belakang
Bangsa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, potensi sumber daya manusia, peluang pasar yang besar dan demokrasi yang relatif stabil. Untuk dapat mengelola sumber daya yang berlimpah di harapkan sistem Pemerintahan Negara Indonesia mempunyai suatu sistem birokrasi dengan SDM nya yang berkualitas, yaitu PNS profesional yang saat ini di kenal dengan istilah ASN (Aparatur Sipil Negara).
Dalam UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) di jelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil. ASN di tuntut untuk memiliki kemampuan professional dan berintegritas tinggi pada profesi yang digelutinya.
Salah satu fungsi ASN yaitu sebagai pelayan publik, sekolah adalah salah satu jenis instansi pelayanan publik yang memiliki peranan penting dalam kemajuan di dunia pendidikan. Guru sebagai ujung tombak fungsi pelaksanaan di bidang pendidikan merupakan profesi yang sangat mulia sekaligus membutuhkan aparat yang ANEKA guna mencapai tujuan dan sasaran pokok sebagaimana tugas pokok dan fungsi guru yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Ada banyak ASN yang bekerja disetiap Instansi Pemerintahan, ada yang melaksanakan tugasnya dengan jabatan fungsional ada juga yang melaksanakan tugasnya sebagai jabatan struktural, salah satunya yaitu dibawah naungan KEMENDIKBUD dan Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota yang pada hal ini contohnya yaitu Guru Sekolah Dasar.
Guru Sekolah Dasar sebagai salah satu pegawai ASN seharusnya juga dapat membentuk karakter dari dalam dirinya sendiri untuk menjadi pegawai ASN yang berkompeten, profesional, berintegritas, dan berkomitmen baik atas tugas dan fungsi yang embannya. Untuk itu, berdasarkan Peraturan LAN (Lembaga Administrasi Negara) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS ditetapkan bahwa Calon ASN wajib mengikuti pelatihan dan pendidikan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul, bertanggung jawab dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Pendidikan Agama pada jenjang Sekolah Dasar dilaksanakan pada setiap tingkatan kelas. Baca Tulis Al-Qur’an menjadi salah satu bagian penting yang harus menjadi prioritas utama dari tujuan pendidikan agama. Namun, guru juga harus menanamkan karakter Islami kepada Peserta didik sehingga Peserta didik tidak hanya pandai secara akademik tapi juga memiliki adab dan budi pekerti yang baik.
Pemahaman adalah kemampuan menginterpretasikan atau kemampuan penafsiran, dapat juga diartikan suatu usaha yang menjadikan orang atau anak lebih mengerti dengan ilmu yang disampaikan. (Sirojuddin : 2000) menyatakan bahwa huruf hijaiyah merupakan Alfabet Arab yang disebut dengan huruf al hija iyah) dan huruf al tahajji artinya huruf ejaan. Jadi, pemahaman huruf hijayah adalah usaha yang dilakukan untuk menjadikan seseorang menjadi lebih baik dalam memahami huruf hijayah. Pembelajaran Al-Qur’an untuk anak berawal dari pengenalan dan pemahaman huruf hijaiyah. Berawal dari belajar huruf hijaiyah anak kelak akan lebih mudah untuk mempelajari Al-Qur’an dengan baik.
Adapun cara pembelajaran pola baru menggunakan metode on-off kampus. Pada waktu on kampus selama 18 hari, peserta diklat diberi materi mengenai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi), Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole of Government dan membuat rancangan aktualisasi. Kemudian dilanjutkan dengan waktu off kampus kurang lebih 30 hari peserta mengaktualisasikan rancangan yang telah dibuat dengan membuat dokumentasi bukti fisik kegiatan, dan waktu on kampus selama 3 hari, peserta membuat laporan aktualisasi dan mempresentasikan hasil aktualisasi.
SD Negeri 27 Talang Ubi dengan kondisi anak didik yang baru memasuki dunia belajar belum dibekali dengan pemahaman membaca dan menulis Al Qur’an (BTA). Hal ini berdampak pada saat pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), peserta didik sebagian besar belum mampu membaca dan menulis Al Qur’an. Keadaan ini ditambah dengan belum adanya metode pembelajaran yang interaktif dengan menggunakan media pembelajaran yang memadai. Sebagai peserta Latsar CPNS, penulis diwajibkan membuat rancangan aktualisasi berdasarkan isu-isu aktual yang ada di lingkungan kerja khususnya dalam pelayanan bidang pendidikan yang akan dilaksanakan di sekolah. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengambil keadaan ini sebagai langkah untuk menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA dan Nilai Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI melalui upayamengoptimalkan penggunaan media pembelajaran khusus mata pelajaran PAI dilingkungan sekolah. Harapannya, agar terciptanya kegiatan belajar mengajar yang menarik sehingga para peserta didik mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru.
Berkaitan dengan hal itu, maka diambil isu yang paling perlu untuk dicari pemecahan masalahnya. Oleh karena itu, penulis memilih judul Peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an Di SD Negeri 27 Talang Ubi.