Beranda » E-Proper

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DI KELAS IV SD NEGERI 10 ABAB
Iis Nopita, S.Pd | BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan | Tahun 2021

Abstrak

A. Latar Belakang

Pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean) sangat ditentukan oleh peran Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasarkan undang-undang (UU) Nomor 5 tahun 2014 mengatakan “bahwa untuk mewujudkan tujuan nasional, dibutuhkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, dapat menjalankan tugas pelayanan publik, tugas pemerintah, dan tugas pembangunan tertentu”. Karakter ASN yang professional di bentuk dari sikap dan perilaku disiplin ASN, nilai-nilai dasar profesi ASN, dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran ASN dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menguasai tugas pokok serta fungsinya sehingga dapat menjadi pelayan publik yang profesional.

Menurut UU No. 5 Tahun 2014, Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN bertugas melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas dan mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

ASN diwajibkan memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS. Nilai-nilai dasar PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu dan Anti korupsi yang diakronimkan ANEKA. Nilai dasar berfungsi untuk menghadirkan apraatur negara salah satunya profesi guru yang profesional, netral, dan bebas dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Proses menghabituasi nilai dasar kepada calon PNS, pemerintah Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Dasar (Latsar).

Menurut Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 1 Tahun 2021, penyelenggaraan pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilaksanakan dengan pola baru. Adapun pola baru yang dimaksud adalah dengan menggunakan metode on-off kampus.

Pola baru yang diterapkan oleh pemerintah diharapkan dapat membentuk CPNS yang berkualitas. Program Latsar dilaksanakan  selama 51 hari, yang terdiri dari 18 hari kerja pembelajaran klasikal dan 30 pelaksanaan program habituasi, serta 3 hari kerja pelaksanaan evaluasi. Program Latsar diawali dengan penanaman semangat kebangsaan melalui program kegiatan bela negara. Program Bela Negara di laksanakan selama empat hari. Program bela negara bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Program Latsar kedua dilanjut dengan mengedukasi CPNS berkaitan dengan nilai-nilai dasar PNS Program Latsar selanjutnya, ketiga penanaman pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI, serta  menguasi bidang tugasnya sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara profesional sebagai pelayan masyarakat. Kedudukan dan peran PNS yang berkaitan dengan penjelasan manajemen ASN, Whole of Government (WoG), dan pelayanan publik.

Guru sebagai salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki kemampuan profesional dan berintegrasi tinggi pada profesi yang digelutinya, sesuai dengan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN No. 5 Tahun 2014). Guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif, agar terciptanya kualitas pendidikan yang bermutu.

Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar (SD) adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pembelajaran IPA memegang peran signifikan untuk mengembangkan pengetahuan peserta didik tentang alam, makhluk hidup dan lingkungan sekitar. Tujuan utama pembelajaran IPA di sekolah dasar adalah menanamkan kesadaran bahwa manusia memiliki anugerah dari Tuhan yang harus dijaga dengan baik.

Namun pada kenyataannya proses pembelajaran IPA yang berlangsung selama ini di SD Negeri 10 Abab adalah proses pembelajaran yang kurang memanfaatkan media pembelajaran sehingga peserta didik kurang aktif di kelas. Rendahnya motivasi belajar peserta didik mengakibatkan pembelajaran yang terjadi kurang aktif dan menyenangkan sehingga menyebabkan peserta didik merasa bosan dan kurang mendapat motivasi dalam menerima pembelajaran.

Berdasarkan permasalahan yang terjadi di lapangan, maka perlu dicari solusi untuk permasalahan tersebut. Solusi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Salah satu solusi dari masalah tersebut adalah menggunakan media pembelajaran yang tepat. Media  pembelajaran berfungsi untuk menyalurkan pesan dan merangsang pikiran peserta didik sehingga dapat merangsang terjadinya proses belajar. Salah satu media pembelajaran yang dapat dijadikan solusi dalam permasalahan di atas adalah media gambar.Penggunaan media gambar, diharapkan dapat membangkitkan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan sehingga meningkatkan motivasis peserta didik. Maka dari itu penulis mengangkat judul Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Menggunakan Media Audio Visual Pada Kelas IV SD Negeri 10 Abab. 

  • Visitor Hari ini: 126
  • Kemarin: 136
  • Bulan ini: 2663
  • Tahun ini: 45323