Beranda » E-Proper
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN (BTA) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN METODE AUDIO VISUAL DI SD NEGERI 30 TALANG UBI
Eprida Saima Ritonga, S.Pd.I | BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan | Tahun 2021Abstrak
A. Latar Belakang
Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD Negara RI Tahun 1945, perlu dibangun Aparatur Sipil Negara yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945.
Aparatur Sipil Negara (ASN) meiliki peranan strategis dalam kehidupan bernegara, yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Oleh karena itulah penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memahami dan menjalankan fungsi-fungsi ini dalam melaksanakan tugas maupun dalam kehidupan kesehariannya. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam undang-undang ini dijelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tugas melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuan negara kesatuan republik indonesia. Sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mampu melaksanakan peran tersebut adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kompetensi yang diindikasikan dari sikap dan perilakunya, penuh kesetiaan dan ketaatan pada negara, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik serta mampu menjadi pemersatu bangsa.
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 5 tahun 2014 mengenai Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah dituntut untuk dapat menyediakan para penyelenggara pemerintahan yang kompeten dibidangnya. Dalam penyediaan ASN yang berkompeten dibidangnya maka pemerintah memberikan skema Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sesuai dengan Perlan No 1 Tahun 2021 guna mendapatkan ASN yang memiliki karakter, kepribadian unggul, dan bertanggung jawab, serta meningkatkan profesionalisme dalam melayani masyarakat.
Dari pertimbangan tersebut maka peserta Latsar CPNS Golongan III Angkatan XXIV Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2021 ditugaskan untuk mengaktualisasikan nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA). Deskripsi aktualisasi tersebut akan dilaksanakan di instansi masing- masing termasuk di SD Negeri 30 Talang Ubi sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah didapatkan selama mengikuti Pelatihan dasar dalam kurun waktu 3 minggu.
Mengingat pentingnya peran guru ini, tidak dapat dipungkiri bahwa guru merupakan ujung tombak dari keberhasilan sebuah lembaga pendidikan, karena figur seorang gurulah yang lebih dominan berinteraksi ketika proses pembelajaran secara langsung dengan siswa di sekolah. Berbeda dengan kepala sekolah atau pun tenaga kependidikan lainnya yang terbatas waktunya untuk berinteraksi dengan siswa. Dengan demikian, seorang guru harus sadar akan fungsi dan tugas mulia untuk membina, membimbing dan mengembangkan potensi yang dimiliki setiap siswanya sesuai dengan tujuan pendidikan. Jika seorang guru menunaikan tugasnya hanya sekedar formalitas, maka sejatinya dia telah memupuskan cita-cita pendidikan nasional. Sebaliknya jika guru dengan setulus hati menunaikan tugasnya secara maksimal, sejatinya dia sedang membina dan membangun sebuah peradaban bangsa.
Mencermati fungsi dan tujuan pendidikan nasional dalam UU Sisdiknas pada bab II pasal 3 di atas, dapat dipahami bahwa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menempati kedudukan yang sangat strategis. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pendidikan agama memiliki peran yang sangat dominan dan berpengaruh positif terhadap segala bidang kehidupan dan perkembangan manusia dengan berbagai aspek kepribadiannya.
Berkaitan dengan itu, mata pelajaran PAI mempunyai kualifikasi tersendiri dalam memberikan kejelasan konseptual dari makna, fungsi dan tujuan pendidikan nasional, karena PAI pada akhirnya dimaksudkan untuk membentuk manusia yang berkualitas, memiliki ketangguhan iman dan ilmu pengetahuan.
Salah satu materi pelajaran wajib pada mata pelajaran PAI antara lain al Qur’an Karim dan ibadah sehari-hari berupa shalat fardhu. Namun pada praktiknya, proses pembelajarannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tantangan yang dihadapi guru PAI di beberapa lembaga pendidikan ialah adanya sebagian peserta didik yang tidak mampu baca tulis al Qur’an.
Berdasarkan UU No 14 tahun 2014 Tugas pokok dan fungsi guru sebagai pendidik adalah menjadi membimbing, mengarahkan, dan mengevaluasi proses dan hasil belajar. Dengan demikian guru dituntut untuk berinovasi mencari, merancang, dan mendesain model pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Untuk itu, penulis menganggap bahwa perlunya Optimalisasi Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an pada mata pelajaran PAI dengan metode Audio Visual di SD Negeri 30 Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.