Beranda » E-Proper

UPAYA PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK (PEMBATIK) DI KELAS 5.B di SD NEGERI 09 ABAB
Teti Heriansi, S.Pd | BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan | Tahun 2021

Abstrak

A. Latar Belakang

Pelatihan Dasar (Latsar)merupakan pembekalan komprehensif agar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk melaksanakan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara(ASN). Tujuan dari aktualisasi Latsar adalah menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi (ANEKA) dan nilai-nilai pada agenda Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI yaitu Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole of Government kedalam diri CPNS untuk membentuknya menjadi PNS yang jujur, adil, disiplin, berintegritas dan professional.

Aparatur Sipil Negara memiliki 3 fungsi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pertama ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, kedua ASN sebagai pelayanan publik, serta terakhir ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Fungsi ASN ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Fungsi tersebut meliputi banyak hal dalam berbagai ruang lingkup kehidupan, seperti pelayanan administrasi negara, bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan lain sebagainya. Setiap ruang lingkup pelayanan tersebut memiliki unit pelaksana terpadu, mulai dari unit terkecil hingga unit terbesar dalam lingkup nasional.

Guru sebagai ujung tombak fungsi pelaksanaan pelayanan di bidang pendidikan merupakan profesi yang sangat mulia sekaligus membutuhkan aparatur yang berlandaskan ANEKA guna mencapai tujuan dan sasaran pokok sebagaimana tugas pokok dan fungsi guru yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Menghadapi era digital abad 21, pemerintah telah menyiapkan keterampilan peserta melalui reformasi pendidikan yang membawa perubahan baru dan cara terbaik untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. Adapun perubahannya yaitu pendidikan bukan hanya untuk mempersiapkan keterampilan peserta didik agar siap bersaing di dunia kerja melainkan juga pendidikan mampu membentuk kemampuan berfikir tingkat tinggi dan karakter unggul peserta didik.

Dalam proses belajar mengajar masih ditemui adanya kesenjangan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diharapkan dari siswa dengan yang dimiliki oleh peserta didik. Pembelajaran yang pasif membuat siswa menjadi malas belajar, malas berfikir dan malas untuk mengerjakan yang diminta guru untuk dikerjakan. Hal ini mengakibatkan peserta didik kurang terampil dan berdampak buruk bagi perkembangan psikomotorik peserta didik atau bahkan tidak menutup kemungkinan siswa akan merasa bahwa beberapa mata pelajarantertentu membosankan.

Penyebab permasalahan timbul yang datangnya dari luar peserta didik, diantaranya penyajian oleh guru yang hanya mengedepankan pada aktivitas guru  (teacher oriented) sehingga peserta didik kurang dilibatkan, masih monotonnya guru menggunakan pendekatan pembelajaran serta kurangnya  penggunaan media pembelajaran. Pada dasarnya peran pendekatan, strategi, model dan media berbasis teknologi pembelajaran di sekolah dasar dalam pembelajaran khususnya di sekolah dasar sangatlah berperan penting, kerena dengan adanya pedekatan berbasis teknologi pembelajaran di sekolah dasar akan dapat merangsang minat, perasaan dan kinerja siswa untuk dapat melakukan kegiatan baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru kelas di SD Negeri Nomor 9 Abab, saat ini ketersediaan sarana dan prasarana telah didukung oleh pihak sekolah dan lingkungan setempat seperti sekolah telah menyiapkan laptop dan LCD Projector yang dapat digunakan sebagai sarana penunjang pembelajaran berbasis teknologi dan penyedia jasa internet atau provider  juga telah menyediakan jasa dengan pelayanan sinyal yang baik karena diuntungkan dengan posisi sekolah yang dekat dengan tower. Namun pada kenyataannya tidak cukup hanya dengan adanya sarana dan prasarana yang bagus tanpa sumber daya manusianya yang mendukung dalam hal ini seorang guru harus mampu memaksimalkan ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah memadai tersebut melalui kreativitas dalam mengoptimalkan media pembelajaran yang ada.

Dengan pembelajaran konvensional tanpa media yang memadai membuat peserta didik menjadi bosan bahkan belajar sambil bermalas-malasan, sehingga pencapaian kompetensi peserta didik atau hasil belajarnya tidak ada peningkatan.Semua permasalahan yang ada di kelas dikarenakan belum maksimalnya penggunaan media pembelajaran yang berbasis teknologi yang mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik.

Ketersediaan teknonologi yang ada seperti Laptop dan LCD Projector hanya digunakan jika ada rapat-rapat bersama kepala sekolah, guru, dan rapat melalui aplikasi zoom meeting yang biasa dilakukan oleh sekolah. Hal ini menjadi sebuah permasalahan yang harus ada solusinya, dan harus ada kerja sama antara guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran berbasis teknologi.

Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis akan fokus pada  upaya memaksimalkan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Informatika (TIK) dan lazim disebut PEMBATIK di Kelas 5 SDN 09 ABAB sehingga diharapkan  mampu meningkatkan motivasi dan semangat peserta didik dalam proses pembelajaran disamping peningkatan kemampuan menggunakan teknologi secara tepat guna yaitu mampu mengoperasikan komputer, laptop, dan LCD Projector dalam kegiatan belajar selanjutnya.

Download
  • Visitor Hari ini: 82
  • Kemarin: 137
  • Bulan ini: 1901
  • Tahun ini: 26614