Beranda » E-Proper
OPTIMALISASI PELAYANAN KESEHATAN PENDERITA HIV AIDS MELALUI BUKU SAKU DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUNGAI LILIN KABUPATEN MUSI BANYUASIN
dr. Istiqlal Miftahul Jannah | BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan | Tahun 2021Abstrak
A. Latar Belakang
Pegawai Aparatur Sipil Negara adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) menyebutkan bahwa dalam rangka mewujudkan pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara, perlu dibangun Aparatur Sipil Negara yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.
Pegawai ASN memiliki fungsi yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas bagi masyarakat, serta mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat pemersatu bangsa dan kesatuan Negara Republik Indonesia yang berdasakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Untuk mendapatkan PNS sebagaimana yang telah dijabarkan, maka dilakukan pelatihan dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pelaksanaan Latsar CPNS berpedoman pada peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia No. 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil adalah pendidikan dan pelatihan dalam masa prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integrasi moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggungjawab dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Di era globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas sejalan dengan peningkatan pengetahuan dan teknologi, kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu dan paradigma pelayanan kesehatan semakin meningkat, baik pelayanan yang bersifat preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Hal ini menunjukan bahwa pandangan masyarakat terhadap kesehatan semakin kritis, peduli dan meningkat kebutuhanya, terutama pada pelayanan kesehatan umum masyarakat yang optimal, efektif dan efisien.
Sebagaimana tercantum dalam UU No. 44 tahun 2009 tentang rumah sakit salah satunya adalah pasien berhak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu seesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional dan memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi.
Peran ASN di bidang kesehatan adalah mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas prima di pusat-pusat pelayanan kesehatan yang ada seperti rumah sakit milik pemerintah dan pusat kesehatan masyarakat. Seorang dokter umum di Rumah Sakit memiliki tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat paripurna (pelayanan kesehatan yang meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif) ini merupakan bentuk pengabdian terhadap masyarakat di bidang kesehatan.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, hingga Juni 2020 jumlah ODHA yang ada di Indonesia dilaporkan mencapai 398.784 kasus. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, ODHA pada tahun 2020 berjumlah kurang lebih sekitar 3600 orang.Pada tahun 2019 jumlah ODHA yang terdata di Kabupaten Musi Banyuasin ada 32 orang. Jumlah ODHA yang terdata di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Lilin sampai dengan saat ini ada 9 orang dan 5 orang yang rutin berobat.
Beberapa orang yang dinyatakan positif HIV AIDS melakukan penyangkalan terhadap fakta bahwa mereka mengidap HIV AIDS. Minimnya pengetahuan tentang penyakit HIV AIDS mengakibatkan beberapa dari mereka mengalami depresi dan rasa bersalah karena penyakit yang diderita membuat mereka dijauhi oleh orang- orang terdekat.Hal ini mengakibatkan mereka mangkir dalam pengobatan. Ini juga berdampak terhadap perburukan ditubuh penderita karena munculnya infeksi oportunistik. Banyak diantara mereka yang akhirnya terpaksa berobat karena sudah mengalami komplikasi dari penyakit HIV AIDS. Taraf kualitas hidup mereka pun menurun karena tidak ada semangat dan dukungan yang diberikan oleh orang-orang terdekat mereka. Beberapa dari mereka juga ada yang tidak mengetahui bagaimana cara penularan dan pencegahan HIV AIDS. Tercatat ada 1 bayi yang lahir dari ibu HIV AIDS sedang mendapatkan terapi profilaksis di RSUD Sungai Lilin.
Maka dari itu, sebagai seorang ASN dalam menyikapi masalah yang ada perlu membuat laporan aktualisasi terkait masalah ini yang dilaksanakan di unit poli rawat jalan RSUD Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin dengan menerapkan nilai dasar profesi ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi (ANEKA) sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Download