Beranda » E-Proper
PEMANFAATAN ALAT PERAGA DAKOTA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR DAN TERKECIL PADA KELAS V DI SDN 42 TALANG UBI KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR
Kristian Adinata, S.Pd | BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan | Tahun 2021Abstrak
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah, pengertian tersebut sesuai dengan UU No.5 Tahun 2014. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.
Lembaga Administrasi Negara (LAN) membuat sebuah pedoman penyelenggaraan latsar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III dalam Peraturan LAN Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021. Latsar bagi CPNS dilaksanakan oleh unit yang membidangi pengembangan sumber daya manusia aparatur instansi dan dapat bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Pemeritah Terakreditasi dengan penekanan pada kurikulum pembentukan karakter seorang ASN.
SD Negeri 42 Talang Ubi memiliki visi, yaitu “ Unggul dalam prestasi, santun dalam perilaku” Sedangkan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS belum terintegrasi (belum terkoordinasi) di SD Negeri 42 Talang Ubi terutama dalam mata pelajaran pendidikan Matematika.
Dalam proses belajar mengajar kehadiran media pembelajaran mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan pembelajaran sering terjadi ketidak jelasan terhadap bahan pelajaran yang disampaikan hal ini dapat dibantu dengan menghadirkan media pembelajaran sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan pada peserta didik akan dapat disederhanakan dengan penggunaan media pembelajaran. Dengan demikian anak didik akan lebih mudah dalam mencerna bahan pelajaran. Adapun fungsi dari media pembelajaran, sebagai berikut :
1) Menarik perhatian siswa.
2) Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran.
3) Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis.
4) Mengatasi keterbatasan ruang.
5) Pembelajaran lebih komunikatif dan lebih produktif.
6) Waktu pembelajaran bisa dikondisikan.
7) Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar.
8) Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu
9) Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam.
10) Meningkatkan kadar keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan observasi peserta di SD Negeri 42 Talang Ubi dapat di simpulkan bahwa masih Kurangnya Pemanfaatan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika. Sehingga proses pembelajaran sering terhambat dan proses pembelajaran tidak menarik yang mengakibatkan tujuan dari pembelajaran tidak tercapai. Serta siswa kurang aktif dalam pembelajaran Matematika.
Penggunaan media dakon ini bertujuan untuk mengkonkretkan hal yang masih abstrak pada benak siswa. Media ini pertama kali dibuat dan digunakan oleh Slamet, salah seorang pengajar di SD Negeri Tuyuhan Kecamatan Rembang Jawah Tengah dalam mengajarkan materi FPB dan KPK.10 Dakon yang digunakan dalam penelitian ini berbeda dengan dakon pada umumnya yang digunakan sebagai alat permainan tradisional. Dakon yang digunakan merupakan hasil modifikasi yang menggabungkan permainan tradisional dakon dengan pembelajaran matematika. Dengan adanya media dakon maka siswa akan lebih mudah memahami materi FPB dan KPK karena media ini dapat dilihat dan diperagakan langsung oleh siswa secara bergantian. Penggunaan media dakon dalam proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan Proses Pembelajaran matematika siswa, khususnya pada materi faktor persekutuan terbesar (FPB) dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) serta membuat proses pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.
Oleh karena itu, penulis membuat karya tulis yang berjudul “ Pemanfaatan Alat Peraga Dakota Dalam Pembelajaran Matematika Faktor Persekutuan Terbesar dan Terkecil Pada Kelas V Di SDN 42 Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ”. Melalui kegiatan aktualisai tersebut peserta diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai- nilai dasar ANEKA dan mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sehingga dapat menyiapkan siswa yang berkualitas dan berpresatasi.
Download