Beranda » E-Proper
OPTIMALISASI EDUKASI PENANGANAN KECEMASAN MENGGUNAKAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM PADA PASIEN PRE OPERASI DI UNIT KAMAR BEDAH RSUD TALANG UBI KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR
Robi Ulfa Sari Rusera, S.Kep., Ns | BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan | Tahun 2021Abstrak
A. Latar Belakang
Aparatur sipil negara adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN terdiri dari pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Tenaga kesehatan sebagai salah satu Aparatur Sipil Negara seharusnya juga dapat membentuk karakter dari dalam dirinya sendiri untuk menjadi ASN yang berkompeten, profesional, berintegritas, dan berkomitmen baik atas tugas dan fungsi yang diembannya. Untuk itulah Berdasarkan undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang menyatakan bahwa Instansi Pemerintah untuk wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Lembaga Administrasi Negara menterjemahkan amanat Undang- Undang tersebut dalam bentuk Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan yang tertuang dalam Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 1 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon PNS Golongan II dan III.
Pelatihan dasar (latsar) bertujuan agar peserta mampu untuk menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktualisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter PNS yang profesional. Nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA) merupakan nilai-nilai dasar profesi PNS yang perlu diterapkan dan dimaknai dalam setiap kegiatan yang dilakukan PNS sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Oleh karena itu, dalam diklat pra jabatan yang wajib diikuti setiap CPNS diberikan materi yang berkaitan dengan ANEKA untuk selanjutnya dilakukan dan dimaknai dalam kegiatan aktualisasi yang dilakukan pada tahap kedua di instansi masing- masing. Diharapkan setelah selesai rangkaian diklat pra jabatan, setiap PNS dapat melaksanakan tugas dengan dilandasi nilai-nilai ANEKA.
Di era globalisasi seperti saat ini masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek, termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai tingkat kepuasan rata-rata penduduk. Penyelenggaraannya juga harus sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan. Pasien cenderung memilih atau menetapkan prioritas indikator kualitas pelayanan kesehatan, sebagai dasar untuk memutuskan tingkat kepuasannya (Cahyadi, 2007). Baik atau buruknya suatu mutu pelayanan kesehatan maka akan berpengaruh kepada tingkat kepuasan pasien karena pasien akan memberikan tanggapan serta penilaian terhadap mutu pelayanan kesehatan tersebut (Sabarguna, 2008).
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) adalah salah satu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang/jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. RSUD Talang Ubi merupakan rumah sakit umum tipe D yang menyediakan beberapa jenis pelayanan, salah satunya adalah menyediakan pelayanan tindakan bedah / operasi.
Operasi atau pembedahan merupakan salah satu tindakan medis yang penting dalam pelayanan kesehatan dan bertujuan untuk menyelamatkan nyawa, mencegah kecacatan, dan komplikasi (Puspita, Armiyati, & Arif, 2014). Penelitian di 56 negara dari 192 negara anggota World Health Organization (WHO) tahun 2004 diperkirakan 234,2 juta prosedur operasi dilakukan setiap tahun berpotensi komplikasi dan kematian (Puspita, Armiyati, & Arif, 2014). Sehingga prosedur operasi secara tidak langsung akan mempengaruhi psikologi pasien. Prosedur operasi akan memberikan suatu reaksi emosional bagi pasien seperti ketakutan atau perasaan tidak tenang, marah, dan kekhawatiran (Muttaqin & Sari, 2009).
Kecemasan adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Keadaan emosi ini tidak memiliki objek yang spesifik. Kecemasan dialami secara subjektif dan didokumentasikan secara interpersonal. Kecemasan adalah diagnosa keperawatan utama yang dialami pasien pre operasi. Kekhawatiran mengenai kehilangan waktu kerja, kemungkinan kehilangan pekerjaan, tanggung jawab mendukung keluarga, dan ancaman ketidakmampuan permanen yang lebih jauh, memperberat ketegangan emosional yang sangat berat yang diciptakan oleh prospek pembedahan. Kekhawatiran nyata yang lebih ringan dapat terjadi karena pengalaman sebelumnya dengan sistem perawatan kesehatan dan orang-orang yang dikenal pasien dengan kondisi yang sama. Akibatnya, perawat harus memberikan dorongan untuk mengungkapkan, dan harus mendengarkan, harus memahami, dan memberikan informasi yang membantu menyingkirkan kekhawatiran tersebut. Kecemasan perlu mendapat perhatian dan intervensi keperawatan karena keadaan emosional pasien yang akan berpengaruh kepada fungsi tubuh pasien menjelang operasi. Kecemasan yang tinggi dapat memberikan efek dalam mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah, peningkatan frekuensi nadi, peningkatan frekuensi napas (Muttaqin & Sari, 2009). Karena dengan adanya tanda-tanda tersebut maka biasanya operasi akan ditunda oleh dokter sehingga menghambat penyembuhan penyakit pada klien. Disini peran perawat sangatlah diperlukan untuk melakukan intervensi kepada pasien dari pre hingga post operasi.
Perawat dapat melakukan terapi-terapi seperti terapi relaksasi, distraksi, meditasi, imajinasi. Dalam penelitian ini peneliti memilih melakukan terapi relaksasi. Terapi relaksasi adalah tehnik yang didasarkan kepada keyakinan bahwa tubuh berespon pada ansietas yang merangsang pikiran karena nyeri atau kondisi penyakitnya. Teknik relaksasi dapat menurunkan ketegangan fisiologis. Teknik ini dapat dilakukan dengan kepala ditopang dalam posisi berbaring atau duduk di kursi. Hal utama yang dibutuhkan dalam pelaksanaan teknik relaksasi adalah klien dengan posisi yang nyaman, klien dengan pikiran yang beristirahat, dan lingkungan yang tenang (Asmadi, 2009).
Terapi relaksasi memiliki berbagai macam yaitu latihan nafas dalam, masase, relaksasi progresif, imajinasi, biofeedback, yoga, meditasi, sentuhan terapeutik, terapi musik, serta humor dan tawa (Kozier, Erb, Berman, & Snyder, 2010). Teknik relaksasi yang lebih dipilih untuk menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi yaitu teknik relaksasi nafas dalam. Dalam terapannya terapi relaksasi nafas dalam lebih mudah dipelajari dan diterapkan oleh para pasien nantinya, serta keuntungannya menggunakan terapi nafas dalam ini adalah waktu dan dana yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dibandingkan terapi relaksasi yang lain.
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan penulis di unit kamar bedah pada RSUD Talang Ubi pada umumnya perawat sudah memberikan edukasi pada pasien, namun dikarenakan keterbatasan media dan waktu, maka edukasi yang di terima pasien menjadi kurang optimal. Hal ini dapat terlihat dari hasil pengkajian yang dilakukan pada bulan maret 2021 dimana dari 30 pasien terdapat 18 pasien atau sebanyak 65% pasien yang masih megeluhkan rasa cemas dan takut saat akan masuk ruang pembedahan.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka diperlukan ide dan gagasan untuk menjawab isu tersebut. Adapun ide gagasannya berupa penanganan kecemasan melalui edukasi dengan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam untuk pasien pre operasi sehingga mampu terwujud “Optimalisasi edukasi penanganan kecemasan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam pada pasien pre oprasi di unit kamar bedah RSUD Talang Ubi” yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan, sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat.
Download