Beranda » E-Proper

OPTIMALISASI IMPLEMENTASI AMAZING (BERSAMA ATASI MASALAH DALAM MEWUJUDKAN ZERO STUNTING) DI KECAMATAN KEMUNING KOTA PALEMBANG
Supriadi, SH | BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan | Tahun 2024

Abstrak

1. Latar Belakang
Balita merupakan salah satu kelompok umur yang rawan gizi.
Salah satu masalah gizi yang masih utama pada balita yaitu masalah gizi
kronik atau disebut juga stunting (Kementerian kesehatan, 2015).
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh
asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian
makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dan terjadi mulai janin
masih dalam kandungan serta baru nampak saat anak berusia dua tahun
(Kementerian Kesehatan RI, 2016). Hal ini dapat menghambat proses
tubuh kembang balita (Kementerian Kesehatan, 2015) sehingga
menyebabkan tinggi badan balita tidak sesuai umur dan pendek.
Dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh masalah gizi (stunting),
dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak,
gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh.
Sedangkan dalam jangka panjang akibat buruk yang dapat ditimbulkan
adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar,
menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan resiko tinggi
munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan
pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua, serta
kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya
produltivitas ekonomi (Nadia, 2017).

Download
  • Visitor Hari ini: 73
  • Kemarin: 84
  • Bulan ini: 1210
  • Tahun ini: 25923