Beranda » E-Proper
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN MEDIA CARD SORT PADA SISWA KELAS 1 di SD NEGERI 13 PENUKAL
Reni Meiriska, S.Pd | BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan | Tahun 2021Abstrak
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan profesi yang terdiri dari pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah, sebagaimana yang tertulis dalam undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Seorang ASN melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi yang telah diatur dalam UU ASN pasal 10 yaitu melaksanakan kebijakan publik, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas serta mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.
Berkenaan dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dibangun aparatur sipil negara yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat dan pemersatu bangsa berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Untuk mewujudkan ASN yang memiliki integritas, profesionalisme, dan berprinsip pada nilai-nilai dasar ASN, perlu diselenggarakan Latihan Dasar seperti yang telah diatur dalam PERLAN Nomor 1 tahun 2021 tentang pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil. Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dalam masa prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
Pendidikan dan latihan dasar ini bertujuan untuk membentuk nilai-nilai dasar profesi ASN sebagai pendidik di SDN 13 Penukal agar dapat melaksanakan tugas, fungsi, dan perannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat serta pemersatu bangsa. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 Ayat 1 menerangkan bahwa Guru sebagai salah satu pegawai ASN adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Pendidikan sendiri diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Pasal 1 UU RI No. 20 Tahun 2003).
Seperti yang sudah kita ketahui pendidikan formal di mulai dari sekolah dasar, adapun usia anak sekolah dasar masih sangat kurang dalam pemahaman penyampaian pesan. Salah satu penyampaian pesan tersebut melalui bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan makna kepada orang lain dan membangun interaksi antara individu satu dengan yang lainnya. Keterampilan membaca merupakan landasan utama seseorang untuk mengenali tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan, dengan kemampuan dan keterampilan membaca seseorang mengetahui segala informasi yang ada disekitarnya dengan mudah.
Dengan demikian keterampilan membaca merupakan hal penting untuk memperoleh pengetahuan dan informasi yang ada di sekitar kita. Langkah awal seseorang untuk bisa membaca adalah menggabungkan huruf alfabet terlebih dahulu. Karena jika tak mampu menyambungkan beberapa huruf menjadi kata maka tidak dapat membaca dengan baik tentu saja akan berdampak buruk, dengan kata lain akan menghambat pembelajaran membaca.
Dalam proses pembelajaran agar membuat peserta didik lebih tertarik maka sebagai seorang pendidik kita harus kreatif dalam membuat media pembelajaran. Anak-anak kelas 1 lebih suka bermain dalam melakukan setiap pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Pendidik harus dapat merencanakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik tidak merasa bosan. Salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan dalam pelajaran membaca dengan menggunakan media card sort. Card sort merupakan sekumpulan kartu yang bertuliskan beberapa huruf yang dapat dirangkai menjadi kata.
Card sort digunakan sebagai media untuk merangkai beberapa kata menjadi kalimat agar dapat mempermudah peserta didik dalam pelajaran membaca di kelas 1. Dengan media card sort diharapkan dapat memberikan nilai lebih kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca. Adanya media pembelajaran bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan membaca pada peserta didik. Sedangkan bagi pendidik bertujuan untuk mempermudah dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi efektif.
Menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan sangat penting guna menarik minat dan perhatian peserta didik agar pencapaian hasilnya maksimal, terutama dalam menciptakan generasi yang cerdas dan kreatif. Untuk melahirkan generasi yang cerdas diperlukan pendidik yang cerdas dan kreatif pula, agar tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan dapat terwujud sejak dini. Dalam hal ini penulis menemukan masalah pada peserta didik kelas 1 SD Negeri 13 Penukal yaitu peserta didik kesulitan untuk mengeja atau merangkai huruf hingga menjadi kalimat dan memudahkan peserta didik mudah membaca. Apabila mereka tidak bisa merangkai/ menghubungkan huruf dengan benar maka akan menghambat dalam proses pembelajaran di sekolah, terutama dalam proses belajar membaca.
Dengan permasalahan yang telah di uraikan, penulis mengangkat ISU yang ada di SD Negeri 13 Penukal guna memperbaiki dan meningkatkan mutu peserta didik di masa yang akan datang. ISU yang akan diangkat adalah UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN MEDIA CARD SORT PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI 13 PENUKAL.
Download